Apakah Boleh Ibu Hamil Makan Jengkol

Apakah Boleh Ibu Hamil Makan Jengkol – Bolehkah ibu hamil makan jengkol, sering sekali menjadi pertanyaan yang diberikan kepada dokter kandungan. Mengingat jengkol memiliki bau yang cukup menyengat, sehingga banyak dikhawatirkan oleh ibu hamil. Untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya, simak berikut ini ulasannya yaitu:

Apakah Boleh Ibu Hamil Makan Jengkol?

Untuk menjawab pertanyaan terkait boleh atau tidaknya seorang ibu hamil makan jengkol, tentu saja boleh. Namun konsumsi jengkol tentu dibatasi jumlahnya, jangan sampai melampaui batas. Hal ini tidak hanya berlaku untuk jengkol saja, tetapi semua makanan perlu kadar.

Ibu hamil makan jengkol, harus tahu beberapa kandungan yang terdapat di dalamnya. Mengingat hasil dari data komposisi pangan yang menyatakan bahwa dalam 1 buah jengkol bisa diolah jadi berbagai makanan. Berikut daftar kandungan yang ada di dalamnya yaitu:

  • Protein: 192 kkal.
  • Serat: 1,5 gram.
  • Kalsium: 4 mg.
  • Kalium: 241 mg.
  • Fosfor: 150 mg.

Bagaimana cukup banyak bukan kandungan-kandungan baik untuk tubuh yang terdapat dalam jengkol? Jadi mengkonsumsi jengkol dalam masa hamil tentu tidak dilarang. Namun, ibu hamil juga harus tahu batasan dan jumlah konsumsi sehingga bisa menyeimbanginya dengan makanan bergizi lainnya.

Manfaat Ibu Hamil Makan Jengkol

Ketika seorang ibu hamil mengkonsumsi jengkol, maka kandungan yang terdapat di dalamnya pun akan masuk dan menyerap ke dalam tubuh. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, jengkol baik untuk dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya. Berikut beberapa manfaat yang akan dirasakan oleh tubuh yaitu:

Membantu Pembentukan Tulang

Manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu hamil makan jengkol yaitu bisa membantu pembentukan tulang. Namun untuk jumlah konsumsi yang sebaiknya dilakukan yaitu tidak lebih dari 100 gram setiap harinya. Mengingat kandungan fosfor yang terdapat dalam jengkol cukup tinggi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Merrion Fetal Health, fosfor serta kalsium yang terdapat dalam jengkol baik untuk janin. Mengingat 85 persen fosfor yang tersusun dalam tulang serta gigi manusia. Nah, untuk sisanya sendiri tersebar ke semua jaringan hingga sel tubuh.

Meminimalkan Sembelit

Selanjutnya, manfaat dari memakan jengkol yaitu dapat meminimalkan sembelit. Terutama ketika ibu hamil masuk pada trimester tiga, biasanya sembelit akan muncul karena ukuran Rahim. Hal ini karena janin yang terus mengalami pertumbuhan tentunya.

Memungkinkan rahim mengalami tekanan pada usus dan rektum. Adanya tekanan inilah yang membuat perut mengalami sembelit, sehingga akan mengganggu proses pengeluaran makanan. Bagi yang makan jengkol, tentu akan mengurangi rasa sembelit karena kandungan serat yang tinggi di dalamnya.

Biasanya jenis serat yang tidak mudah larut akan membantu sistem pencernaan dan proses defekasi. Hal inilah yang membuat serta dalam jengkol bermanfaat ketika sembelit. Untuk ibu hamil sembelit, umum terjadi pada trimester kedua.

Dampak Banyak Makan Jengkol Bagi Ibu Hamil

Konsumsi jengkol yang berlebih tentu tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Pasalnya terdapat beberapa dampak buruk yang dapat timbul, baik itu untuk janin atau pun ibu. Berikut beberapa efek yang dapat ditimbulkan karena makan jengkol berlebih yaitu:

Cedera Ginjal

Dampak buruk yang dapat menimpa seorang ibu hamil ketika banyak mengkonsumsi jengkol yaitu kemungkinan cedera ginjal. Dalam dunia medis, istilah tersebut dikenal dengan jengkolisme. Hal tersebut, merupakan gejala langka yang mengakibatkan cedera pada ginjal.

Berdasarkan laporan jurnal internasional mengatakan bahwa jengkolisme ini umumnya terjadi di Asia Tenggara. Mengingat negara-negara yang terdapat di benua tersebut banyak menghasilkan jengkol. Biasanya penyakit ini memiliki gejala hematuria, dysuria serta nyeri perut.

Bayi Sulit Lahir

Selanjutnya, dampak makan jengkol terlalu banyak yaitu akan membuat bayi sulit untuk dilahirkan. Hal ini, biasanya diakibatkan karena aroma dan rasa pahit yang mengganggu perkembangan janin. Oleh sebab itu, jumlah konsumsinya pun perlu untuk diperhatikan.

Demikianlah beberapa dampak dari makan jengkol yang terlalu banyak oleh ibu hamil. Berdasarkan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa jengkol juga mempunyai dampak yang buruk. Terlebih lagi bagi tumbuh dan kembang janin.

Itulah penjelasan terkait ibu hamil makan jengkol yang dapat diketahui. Bagi para ibu hamil yang menyukai jengkol mulai saat ini tentu harus bisa membatasinya. Untuk lebih lanjut disarankan melakukan konsultasi kepada dokter kandungan sebelumnya.

Baca Juga:  Cara Cek Rekening Koran BRI Online Dan Manfaatnya
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *