Jenis Reksa Dana Manulife

Jenis Reksa Dana Manulife – Reksa Dana Manulife adalah salah satu pilihan investasi yang sudah terdaftar di OJK. Ada beberapa jenis reksadana yang ditawarkan oleh Manulife kepada para investor. Sebelum memutuskan untuk membelinya, maka pahami terlebih dahulu penempatan investasi, risiko hingga potensi keuntungannya. Berikut ini beberapa jenis reksadana yang dapat dipilih di Manulife:

Reksadana Saham

Sebanyak 80% dana yang diinvestasikan akan ditempatkan ke berbagai macam efek saham. Adapun dana sebesar 20% akan ditempatkan ke pasar uang. Umumnya, reksadana saham dipilih bagi investor yang menyukai tantangan, sudah berpengalaman dalam investasi. Berikut keunggulan dari reksadana saham di Manulife:

  • Return yang ditawarkan sangat tinggi apabila dibandingkan jenis reksadana yang lainnya, tetapi risiko yang diterima juga tinggi.
  • Dipilih untuk berinvestasi dalam jangka panjang, paling tidak adalah selama 5 tahun lebih agar keuntungan yang diterima lebih terasa.

Reksadana Campuran

Dana investasi akan dialokasikan ke berbagai macam instrumen keuangan, yaitu surat utang, deposito, pasar uang maupun saham. Reksadana campuran dibagi menjadi 3 jenis yaitu defensif, berimbang dan dinamis dengan profil risiko yang berbeda-beda. Berikut keunggulan dari masing-masing tipe tersebut:

  • Defensif: profil risiko rendah, return lebih tinggi dari pasar uang dan sebanyak 70-80% dana ditempatkan pada pasar uang atau obligasi.
  • Berimbang: cocok untuk investor berpengalaman, profil risiko tinggi, return tinggi, 50% dana ditempatkan pada pasar saham serta pasar uang.
  • Dinamis: profil risiko tinggi untuk mendapatkan return semaksimal mungkin, penempatan dana dinamis dan cocok untuk investor berpengalaman.

Reksadana Pendapatan Tetap

Pada produk ini, dana yang diinvestasikan akan ditempatkan pada efek utang maupun obligasi dengan dana minimal 80%. Tingkat pengembalian di reksadana jenis ini sangat stabil karena menawarkan keuntungan berupa kupon secara rutin. Adapun keunggulan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Return yang diterima jauh lebih tinggi dibandingkan pasar uang, bahkan dapat meningkat hingga lebih dari 10% per tahun.
  • Cocok dijalankan 1 hingga 3 tahun dengan NAB terus meningkat, stabil juga tidak fluktuatif.
  • Ditujukan bagi investor konservatif dan moderat.
  • Risiko lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang Manulife.
Baca Juga:  Begini Cara Analisis Fundamental Saham untuk Pemula

Reksadana Sukuk

Reksa Dana Manulife Sukuk yaitu investasi jangka pendek yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan deposito syariah. Dengan kata lain, investasi ini cocok diversifikasi untuk investasi. Berikut keunggulan dari reksadana sukuk:

  • Investor bisa mencairkan dana kapan saja dengan pengelolaan yang sesuai dengan syariat sehingga dijamin halal.
  • Imbal hasil dari reksadana ini adalah 2% di atas rata-rata pembagian hasil deposito syariah.
  • Mayoritas dialokasikan untuk sukuk maupun surat berharga negara syariah.

Reksadana Pasar Uang

Pada jenis reksadana ini semua dana investasi akan dialokasikan pada instrumen pasar uang. Antara lain SBI, SBPU, deposito berjangka dan obligasi dengan jatuh tempo tidak mencapai 1 tahun. DI bawah ini keunggulan dari Reksa Dana Manulife tipe pasar uang:

  • Risiko lebih rendah.
  • Dana bisa dicairkan kapanpun, jika dicairkan sebelum jatuh tempo maka tidak akan dikenai potongan.
  • Imbal balik lebih besar daripada deposito bank.
  • Cocok untuk investasi jangka pendek.
  • Waktu investasi fleksibel, mulai dari 1 hari, 10 hari dan lainnya, dengan return yang sama.

Itulah jenis-jenis Reksa Dana Manulife yang bisa dipilih. Semua reksadana yang tersedia menawarkan potensi pertumbuhan uang simpanan ketika tabungan biasa hanya menawarkan bunga minimalis. Dengan berinvestasi di reksa dana maka investor memiliki pilihan untuk mengembangkan uangnya dengan hasil yang lebih menarik. Terlebih dana bisa ditempatkan pada saham, obligasi, pasar uang dan lainnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *