Memblokir Rekening Penipu Secara Online

Memblokir Rekening Penipu Secara Online – Berkembangnya aneka marketplace belakangan membuat transaksi jual beli semakin mudah dijalankan. Namun, sayangnya hal itu diikuti oleh pelbagai macam modus penipuan, sehingga meresahkan. Jika kebetulan tengah sial dan menjadi korban, apa yang semestinya dilakukan? Adakah cara memblokir rekening penipu secara online tersebut yang dapat diupayakan? Ikuti uraian di bawah untuk menemukan jawaban jelasnya!

Sebenarnya, penipuan online bukan merupakan hal yang baru, namun masih ada saja orang yang lengah dan menjadi korban. Sehingga untuk menyikapi hal ini, pelbagai perusahaan perbankan menghadirkan layanan pengaduan. Layanan tersebut bisa dipakai sebagai cara memblokir rekening penipu secara online yang cepat, supaya alur penipuan dapat diputuskan. Caranya, yakni dengan mengikuti instruksi kerja yang diterangkan di bawah ini:

Siapkan Bukti Transaksi Perbankan

Hal pertama yang wajib disiapkan ketika merasa menjadi korban penipuan adalah menyiapkan bukti pengaduannya. Ini bisa didapatkan dengan banyak media. Semisal dari riwayat chat yang dilakukan penipu kepada korban, sampai dengan bukti transaksi yang dilakukan. Baik melalui tangkapan layar aplikasi, ataupun struk transfer ATM dari bank yang dipergunakan.

Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan cerita kronologis penipuan yang dilakukan secara jelas, namun tidak dibuat-buat. Tujuannya agar petugas dapat dengan mudah dalam memverifikasi laporan yang diberikan. Sehingga proses pembekuan atau pemblokiran rekening pelaku penipuan nantinya dapat dilanjutkan.

Lengkapi Informasi Akun Penipuan

Selanjutnya, agar informasi bukti pengaduan semakin kuat, maka korban dapat melengkapinya dengan data penipu yang diketahui. Semisal dari nomor ponsel, email, marketplace, atau sosial media yang dipergunakan. Ini penting untuk akurasi proses verifikasi, yang barangkali bisa sejalan dengan proses pemblokiran akun, nomor, hingga marketplace dari penipu tadi.

Baca Juga:  5 Cek Rekening Penipu Online Terlengkap Dan Termudah

Lakukan Panggilan ke Pihak Bank

Apabila bukti dasar di atas sudah berhasil disiapkan, maka selanjutnya korban dapat langsung menelepon pihak bank. Sebaiknya ini dilakukan sesegera mungkin, setelah menyadari bahwa menjadi korban penipuan. Supaya bank bisa segera melakukan pembekuan sementara, pada dana yang terdapat indikasi penipuannya.

Setelah itu, petugas akan menanyai detail terjadinya penipuan. Maka korban bisa menjelaskan kronologi yang sudah disiapkan. Sembari menginformasikan terkait bukti transaksi yang dilakukan, serta akun baik sosial media, marketplace, email, atau nomor telepon yang digunakan untuk penipuan. Pastikan menyampaikannya dengan jelas dan lengkap agar mudah terverifikasi.

Kumpulkan Dokumen Permohonan Resmi

Setelah konsultasi dengan bank, biasanya korban akan diminta untuk mengajukan dokumen permohonan pemblokiran secara resmi, yang bisa dikirimkan ke email bank. Biasanya, terkait hal ini, ada batasan kapasitas 1 MB, dengan kelengkapan administrasi yang terdiri dari:

  • Kartu identitas diri dari pelapor sendiri.
  • Keterangan kronologi kejadian penipuan dilengkapi dengan bukti yang bisa dibenarkan.
  • Surat permohonan untuk melakukan pemblokiran rekening yang disertai dengan materai.
  • Surat laporan kejadian penipuan yang dibuat di kantor kepolisian pada wilayah domisili korban.

Tunggu Konfirmasi oleh Bank

Terakhir, apabila serangkaian proses di atas telah diselesaikan, maka korban cukup menunggu proses yang dilakukan oleh bank. Biasanya, bila bukti-bukti dan verifikasi berhasil dilakukan, maka pembekuan atau pemblokiran rekening penipu akan lekas dijalankan. Lebih dari itu, bila beruntung dana yang ditipu pun dapat dikembalikan. Tentunya sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh masing-masing perbankan.

Demikianlah tadi serangkaian cara memblokir rekening penipu secara online cepat dan akurat yang dapat diupayakan. Melalui cara yang sudah dijelaskan, maka seseorang bisa berperan memutuskan rantai penipuan yang terus bergentayangan. Selain itu, jika beruntung, bahkan uang yang tadinya ditipu tersebut, dapat lekas dikembalikan. Jadi tidak ada salahnya untuk diterapkan!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *