5 Peranan Bank Indonesia Dalam Sistem Keuangan Nasional

5 Peranan Bank Indonesia Dalam Sistem Keuangan Nasional

5 Peranan Bank Indonesia

5 Peranan Bank Indonesia – Posisi Bank Indonesia sebagai bank sentral berwenang mengatur bermacam kebijakan terkait perbankan. Peranan Bank Indonesia bukan hanya menjaga stabilitas moneter, akan tetapi juga berperan penting terhadap penjagaan stabilitas sistem keuangan. Kedua peran utama itu tak dapat dipisahkan, karena saling terkait.

Lantas, apa saja peran dari Bank Indonesia? Bagaimana dampak kebijakannya terhadap stabilitas sistem keuangan? Untuk mendapatkan jawabannya, simak penjelasan rincinya berikut ini:

Sebagai Penjaga Stabilitas Moneter

Peranan Bank Indonesia yang pertama yaitu penjaga stabilitas moneter. Penjagaan ini dilakukan melalui instrumen suku bunga pada aktivitas operasi pasar terbuka. Kenaikan suku bunga yang tinggi akan berpotensi mematikan kegiatan ekonomi, karena daya beli masyarakat berkurang.

Begitu pula sebaliknya, penurunan suku bunga akan mengakibatkan kegiatan ekonomi menurun. Hal ini, karena masyarakat enggan untuk menyimpan uangnya di bank. Alhasil, perputaran uang di perbankan tidak optimal.

Maka, BI harus memperhatikan keadaan ekonomi masyarakat saat menetapkan suku bunga. Upaya yang BI lakukan untuk menetapkan suku bunga secara tepat adalah dengan kebijakan inflation targeting framework.

Pembentuk Kinerja Lembaga Keuangan

Bank Indonesia selaku bank sentral berperan untuk membentuk kinerja lembaga keuangan supaya sehat, terutama lembaga perbankan. Fokus utama pada lembaga perbankan, karena pangsa perbankan relatif mendominasi sistem keuangan. Pembentukan tersebut, dilakukan dengan berbagai mekanisme pengawasan ketat serta regulasi yang terstruktur.

Salah satu upayanya ialah melakukan disiplin pasar dan penegakan hukum. Disiplin pasar dilaksanakan untuk mengawasi dan memastikan setiap lembaga keuangan mematuhi aturan-aturan dalam pasar perbankan. Sedangkan, penegakan hukum dilaksanakan guna melindungi perbankan sekaligus pemangku kepentingan dalam sistem keuangan.

Tak hanya itu, penegakan hukum juga bertujuan mendorong kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang ada. Oleh karenanya, disusun pula Arsitektur Perbankan Indonesia agar stabilitas sektor perbankan bisa berkelanjutan.

Baca Juga:  5 Tips Menghilangkan Kerak Pada Cat Mobil Yang Bisa Dicoba

Sebagai Penjaga dan Pengatur Kelancaran Sistem Pembayaran

Peranan Bank Indonesia selanjutnya yaitu sebagai penjaga dan pengatur kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan pembayaran (failure to settle) bisa saja menimpa pihak yang berkontribusi dalam sistem pembayaran. Terjadinya gagal bayar, akan menimbulkan potensi kerugian yang mengganggu sistem pembayaran secara umum.

Risiko kegagalan pembayaran bersifat menular atau disebut pula dengan contagion risk. Akibatnya, permasalahan tersebut mempengaruhi sistem pembayaran yang dibangun. Bank Indonesia pun, berupaya mengembangkan mekanisme khusus guna mengurangi risiko gagal bayar.

Caranya yaitu dengan menerapkan sistem Real Time Gross Settlement. Sistem tersebut didesain untuk meningkatkan keamanan serta menaikkan kecepatan sistem pembayaran.

Pemantau Keuangan Nasional

Di dalam peranan Bank Indonesia sebagai pembuat kebijakan, tentu perlu melakukan pemantauan dan juga riset terhadap aktivitas keuangan nasional. Pemantauan dilakukan secara macroprudential. Bank Indonesia mampu mengakses data yang sekiranya membahayakan stabilitas keuangan.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, Bank Indonesia akan dapat menilai seberapa rentan sektor keuangan terhadap kondisi perekonomian. Selain itu, dapat pula dideteksi potensi kejutan yang bisa saja berdampak buruk pada stabilitas sistem keuangan.

Bank Indonesia juga menjalankan riset untuk merancang instrumen serta indikator macroprudential. Selanjutnya, indikator tersebut dipergunakan sebagai detector kerentanan sektor keuangan sekaligus menjadi rekomendasi yang ditujukan pada otoritas terkait. Jadi, bisa diambil langkah tepat guna mengatasi gangguan.

Pengaman Sistem Keuangan Nasional

Bank Indonesia melalui peran lender of the last resort (LoLR) bertindak untuk mengamankan sistem keuangan. Peranan Bank Indonesia tersebut dilakukan dengan cara mengelola krisis yang ada, karena terjadinya krisis bisa menimbulkan ketidakstabilan sistem keuangan.

Beberapa pengelolaan krisis yang bisa dilakukan oleh Bank Indonesia, yaitu penyediaan likuiditas. Syarat penyediaan likuiditas adalah jika bank yang menghadapi kendala likuiditas berpotensi menimbulkan krisis sistemik. Namun, tindakan tersebut juga bisa dilakukan pada situasi normal, bukan hanya ketika krisis melanda.

Baca Juga:  Ternyata Biaya Kuliah Psikologi Bervariatif, Sesuai Jalur Masuk!

Sementara itu, penyediaan likuiditas pada situasi normal bisa dilakukan terhadap bank yang mengalami kendala likuiditas temporer. Artinya, bank tersebut masih mampu membayar kembali. Bank Indonesia harus mempertimbangkan risiko sistemik dan menerapkan persyaratan ketat terkait penyediaan likuiditas tadi.

Demikian ulasan mengenai peranan Bank Indonesia yang patut diketahui dan dipahami. Bank Indonesia memiliki peran yang begitu kompleks, karena harus bertanggung jawab atas stabilnya sistem keuangan. Kebijakan yang tidak tepat dengan keadaan masyarakat, bisa mengakibatkan ketidakstabilan dan inflasi secara nasional.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *