Kejahatan Perbankan Dan Pencegahanya

Kejahatan Perbankan Dan Pencegahanya – Saat ini, jenis kejahatan sangatlah banyak. Bukan hanya kejahatan secara langsung, kejahatan perbankan juga sudah mulai muncul dan mulai merebak. Hal ini, tentunya patut untuk diwaspadai dan harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai menjadi target dan mendapat kerugian.

Untuk itu, pada bagian pembahasan ini akan diberikan uraian atau daftar kejahatan yang berkaitan dengan kegiatan perbankan. Penasaran apa saja kejahatan dan solusi penanganannya? Untuk mengetahui uraiannya, simak dan pahami daftar berikut ini:

Jenis Kejahatan yang Berkaitan dengan Perbankan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis kejahatan perbankan sudah banyak dan harus diwaspadai. Kemungkinan kejahatan seperti ini terjadi sangatlah besar. Jadi sebelum menjadi target kejahatannya, maka harus waspada terlebih dahulu dengan mengetahui jenis kejahatan tersebut.

Setidaknya, ada tiga jenis kejahatan perbankan yang saat ini mulai merajalela. Ada phising, card skimming, hingga carding. Mungkin masih banyak yang belum familiar dengan setiap jenisnya. Untuk itu, simak detail uraian berikut ini:

Phising

Jenis kejahatan pertama yang paling populer adalah phising. Untuk kejahatan jenis ini, pelaku kejahatan akan memancing nasabah atau korban ke sebuah situs khusus. Situs ini, sengaja dibuat oleh pelaku untuk menghimpun data milik korban.

Dengan beberapa ancaman dalam situs tersebut, biasanya link situs akan dikirimkan ke korban. Karena ada kalimat ancaman, korban yang kurang paham akan mengikuti arahan dan mengisi situs dengan data pribadinya. Jika hal ini terjadi, maka pelaku sudah mengantongi data korban.

Baca Juga:  Cara Membagi Partisi Windows10 Yang mudah Untuk Dipraktikan

Card Skimming

Jika phising akan memanfaatkan situs khusus, maka card skimming akan memakai kartu debit korban sebagai media kejahatannya. Setiap kartu debit pastinya memiliki strip magnetic. Saat melakukan transaksi di ATM, kartu dengan strip magnetic ini akan dimasukkan ke lubang mesinnya.

Lubang mesin inilah, yang nantinya akan dipasang alat khusus untuk menyalin strip magnetic. Kemudian, pelaku kejahatan juga akan memasang kamera kecil untuk merekam sandi yang dimasukkan. Jika sudah demikian, maka proses kejahatan sudah bisa dijalankan.

Carding

Terakhir, ada kejahatan yang bernama carding. Untuk kejahatan yang satu ini, memiliki kaitan erat dengan e-commerce yang dipakai oleh pelaku. Jadi nantinya, pelaku kejahatan akan memakai kartu kredit atau debit palsu untuk melakukan proses transaksi.

Untuk melakukan kejahatan ini, pelaku tidak memerlukan kartu asli. Pelaku hanya perlu menyalin data yang didapat dari merchant palsu, data kartu hilang, atau data lain yang sifatnya ilegal. Oleh sebab itu, kejahatan ini sulit dideteksi karena data aslinya tidak ada.

Solusi Pencegahan dan Penanganan

Karena jumlah kejahatan perbankan termasuk banyak, maka tidak heran jika solusi pencegahan dan penanganan sangat penting. Oleh sebab itu, pada bagian ini akan diinformasikan mengenai bagaimana cara mencegah setiap kejahatan tersebut agar tidak terjadi.

Akan ada empat poin utama yang dijabarkan. Setiap poin akan diuraikan secara lebih detail agar bisa dipahami dengan baik. Penasaran seperti apa susunan penjelasannya? Untuk mengetahui detailnya, simak rincian pembahasan berikut ini:

Hati-Hati saat Melakukan Transaksi

Saat melakukan transaksi digital, nasabah perlu berhati-hati agar tidak menjadi korban. Pastikan kartu debit terjaga dan tidak disalin datanya oleh pihak tidak bertanggung jawab. Apabila ke mesin ATM, pastikan bagian mesinnya tidak ada salinan strip atau kamera yang mencurigakan.

Jangan Bagikan Data

Kemudian, pastikan untuk tidak membagikan data pribadi dengan mudah. Apalagi saat mendapat link tautan yang aneh, jangan langsung percaya atau melakukan pengisian. Karena jika hal ini dilakukan, bisa jadi data pribadi yang dimasukkan akan disalahgunakan.

Baca Juga:  Ketahui Cara Merubah Kata Sandi Email Melalui Ponsel Dan Laptop

Pakai Keamanan Kartu Ekstra

Untuk pengamanan ekstra, nasabah bisa memakai kode OTP yang dikirimkan pihak bank. Jaga kode ini dan jangan berikan kepada siapapun. Kemudian, coba ganti strip magnetic menjadi ship. Dengan menggantinya ke bank, maka tingkat keamanan kartu menjadi lebih baik.

Lapor Jika Ada yang Mencurigakan

Apabila selama melakukan transaksi mengalami hal yang aneh atau mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang. Baik itu saat transaksi langsung, atau saat transaksi online dijalankan. Jika sudah melapor, maka pihak berwenang akan melakukan tindak lanjut.

Itulah penjelasan lengkap tentang kejahatan perbankan yang ada di Indonesia dan bagaimana cara penanganannya. Setiap nasabah dari bank apapun harus mewaspadai aspek ini. Karena jika tidak berhati-hati, bisa jadi akan menjadi target berikutnya dan hanya kerugian yang akan di dapat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *