Begini Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui di Bulan Ramadhan

Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui – Puasa Ramadhan bagi umat muslim hukumnya wajib. Namun, bisa juga ditinggalkan jika berada pada kondisi tertentu, seperti ibu yang masih menyusui bayinya. Sebetulnya boleh saja ibu menyusui menjalankan ibadah puasa, namun tetap harus menjaga kesehatan badannya. Bagaimana tips puasa bagi ibu menyusui? Simak terus pada pembahasan berikutnya.

Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui

Cara Menjalankan Ibadah Puasa Bagi Ibu Menyusui

Hukum puasa bagi ibu menyusui ekslusif adalah wajib, namun ajaran Islam masih memberikan kelonggaran untuk dapat ditinggalkan dan mengganti puasa di lain hari atau dengan membayarkan fidyah. Ada dua kondisi, pertama apabila tidak ada kesulitan baginya untuk berpuada dan tidak khawatir terhadap kondisi anaknya, maka diwajibkan menjalankan ibadah puasa.

Kedua, jika dia khawatir terhadap dirinya dan anaknya apabila berpuasa, maka diperbolehkan meninggalkan puasa dan menggantinya di hari lain. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa jika khawatir terhadap anaknya, diwajibkan ibu menyusui untuk berbuka dan haram baginya berpuasa.

Penjelasan tersebut juga sekaligus menjawab pertanyaan, bolehkah ibu menyusui puasa senin kamis. Karena pada dasarnya, menjalankan ibadah puasa sama – sama menahan makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Bedanya, menjalankan puasa senin kamis hukumnya sunnah, jadi ibu menyusui bisa tidak menjalankan ibadah puasa senin kamis dan tidak perlu mengganti di hari lain.

Apakah menyusui membatalkan puasa? Mungkin pertanyaan tersebut yang akan muncul pada sebagian orang yang belum mengerti hokum puasa bagi ibu menyusui. Nah, jawabannya adalah tidak. Namun, ibu menyusui yang ingin menjalankan ibadah puasa harus menjaga kesehatan tubuhnya.

Begini Rahasia Tips Sukses Puasa Ibu Menyusui

Menjalankan ibadah puasa bagi ibu menyusui boleh saja, namun dengan memperhatikan kesehatannya dan anaknya. Oleh karena itu, mereka perlu tahu resep puasa ibu menyusui untuk tetap menjaga kebugaran tubuhnya. Berikut ini adalah beberapa tips puasa bagi ibu menyusui.

Memperhatikan usia buah hati

Sebelum memutuskan untuk menjalankan puasa, lebih baik konsultasikan dengan dokter. Dengan begitu dokter akan melihat kondisi bayi dari usianya. Bayi berusia di bawah 6 bulan masih membutuhkan ASI ekslusif sebagai nutrisi utama. Berbeda ketika bayi sudah berumur 6 bulan ke atas. Ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping ASI.

Menjaga nutrisi makanan

Bagi ibu menyusui yang sedang menjalankan ibadah puasa, menjada nutrisi makanan adalah hal yang penting. Asupan nutrisi yang cukup akan menjaga kebugaran Anda saat menjalankan puasa. Apalagi akan ada banyak cairan yang keluar saat menyusui.

Menjaga kondisi cairan di dalam tubuh

Berpuasa akan membuat tubuh kehilangan cairan, apalagi bagi ibu menyusui. Ibu menyusui akan lebih banyak kehilangan cairan. Untuk menjaga kekurangan cairan pada saat puasa, bisa dengan banyak mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter setiap harinya. Caranya, dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Banyak mengonsumsi sayuran dan buah – buahan

Bagi ibu menyusui, memakan sayur – sayuran dan buah – buahan sangatlah penting, terutama untuk memperlancar keluarnya ASI. Ibu dapat mengonsumsi sayur dan buah seperti pepaya, jambu air, semangka, dan kecambah.

Istirahat yang cukup

Menjalan ibadah puasa bagi ibu menyusui tentu berat. Oleh karenanya, menjaga pola istirahat sangat diperlukan, guna menjaga kondisi fisik dan psikis. Pada kondisi fisik dan psikis yang baik, ASI akan keluar lebih lancar.

Berhenti puasa jika tidak sanggup

Ajaran Islam sudah memperlonggar ibu menyusui saat menjalankan ibadah puasa. Ibu menyusui dapat tidak meninggalkan puasa dan menggantinya di hari lain jika apabila berpuasa akan mengurangi kondisi kesehatannya dan bayi. Jika sudah menjalankan puasa, ibu juga dapat berhenti berpuasa jika kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkannya.

Itulah beberapa tips puasa bagi ibu menyusui. Ibu menyusui boleh saja menjalankan ibadah puasa, namun sebelum melakukannya mereka harus mempertimbangkan kesehatan dirinya dan anaknya. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan menjalankan ibadah puasa.

Leave a Comment

Artikel Terkait

Perhatian, Jangan Lupa Bersyukur...

Dengan bersyukur kita akan lebih sehat dan bahagia…

 

Terimakasih

TTD

Penulis