Bedanya Bank Syariah Dan Konvensional

Bedanya Bank Syariah Dan Konvensional – Saat ini, syariah atau konvensional sama-sama banyak digandrungi dengan segala layanannya. Namun karena sama-sama banyak peminatnya, tidak jarang calon nasabah akan bingung untuk memilih di antara keduanya. Oleh sebab itu, penting untuk tahu bedanya bank syariah dan konvensional secara menyeluruh.

Apabila aspek perbedaan ini sudah dipahami dengan baik, maka proses pemilihan di antara keduanya akan jauh lebih mudah. Setidaknya ada lima perbedaan yang akan dijabarkan pada bagian penjelasan ini. Berikut penjelasan lengkapnya untuk dipahami:

Perbedaan Prinsip Pelaksanaan

Jika berbicara mengenai perbedaan bank syariah dan konvensional, maka harus membahas perbedaan prinsip pelaksanaannya. Untuk bagian ini saja, dua jenis bank ini memiliki perbedaan yang sangat jelas dan harus ditelaah dengan baik agar paham.

Untuk bank konvensional, prinsip pelaksanaan yang dipakai mengacu pada peraturan nasional dan internasional yang sudah ditentukan. Jadi segala proses yang dijalankan akan menganut aturan-aturan umum yang disediakan dan sudah disepakati oleh pihak global.

Sedangkan untuk bank syariah, prinsip pelaksanaannya mengacu pada Al-Quran dan syariah yang dimiliki Islam. Semua bagian ini juga diatur dalam fatwa ulama. Dengan demikian jika melanggar semua aturan Islam, maka sudah tidak bisa dikatakan sah.

Perbedaan Kesepakatan Formal

Kemudian dari sisi kesepakatan formal, juga ada perbedaan yang jelas. Saat akan menjalankan transaksi, tentunya bank syariah dan bank konvensional akan sama-sama melakukan kesepakatan dengan nasabah yang akan memanfaatkan layanannya.

Jika memakai bank konvensional, maka proses kesepakatannya akan memakai hukum nasional saja. Pihak nasabah harus mengikuti aturan yang sudah ada, tanpa bisa melakukan negosiasi. Hal ini sudah wajar dan terjadi di semua bank konvensional secara menyeluruh.

Namun untuk bank syariah, proses kesepakatannya akan dijalankan dengan menyesuaikan aturan, rukun, serta syarat sah yang ada. Kemudian, kedua belah pihak bisa melakukan kesepakatan dengan penyesuaian klausul. Jadi pihak nasabah juga bisa meminta kesesuaian kepada bank.

Perbedaan Pengawas Kegiatan

Bedanya bank syariah dan konvensional juga bisa dilihat dari sisi pengawas kegiatannya. Kedua bank ini memang diatur dalam satu payung undang-undang yang sama, yaitu nomor 10 untuk tahun 1998. Namun untuk pengawasnya, sudah dibedakan sesuai dengan fungsinya.

Bank konvensional akan diawasi oleh dewan komisaris. Hanya pihak inilah yang akan mengawasi proses kegiatan dan aktivitas banknya tanpa ada campur tangan pihak lain. Aspek ini tentunya memiliki perbedaan jelas dengan bank syariah yang berlaku.

Lalu untuk bank syariah, pihak yang melakukan pengawasan terdiri dari beberapa lembaga. Rinciannya adalah Dewan Syariah Nasional, Dewan Pengawas Syariah, dan Dewan Komisaris Bank. Semua lembaga ini akan saling berkesinambungan untuk melakukan pengawasan.

Perbedaan Proses Pengelolaan Dana

Pada bagian proses pengelolaan dananya, juga ada perbedaan antara bank syariah dan konvensional. Aspek ini tentunya menjadi sangat penting untuk dipahami karena ada klasifikasi yang jelas di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan penyaluran dana bank.

Proses pengelolaan dana bank konvensional jauh lebih luas. Jadi, dana nasabah akan dipakai untuk mengelola semua usaha yang tercantum di dalam undang-undang. Jadi tidak ada batasan yang mendasari proses ini kecuali undang-undangnya.

Sedangkan untuk bank syariah, maka akan berbeda. Khusus bank syariah, pengelolaan dananya hanya akan disalurkan ke bisnis atau usaha yang tidak menyalahi nilai Islam. Jadi dana nasabah tidak bisa difungsikan untuk bisnis narkoba, rokok, miras, dan yang lainnya.

Perbedaan Pengelolaan Denda

Terakhir, ada juga perbedaan dari aspek pengelolaan dendanya. Untuk bank konvensional, akan ada denda untuk nasabah yang tidak membayar angsuran. Besaran denda ini akan bertambah, jika nasabah lebih lama tidak membayar angsuran yang diwajibkan.

Lalu untuk bank syariah, maka tidak ada penetapan denda. Jika nasabah tidak bisa membayar angsuran, maka akan dilakukan perundingan untuk menetapkan solusi terbaik. Jadi tidak akan ada besaran denda yang terus bertambah dari waktu ke bagian waktu selanjutnya.

Melalui penjelasan di atas, maka sudah bisa dipahami apa bedanya bank syariah dan konvensional dari berbagai sisi. Baik itu bank syariah atau konvensional, pasti memiliki karakteristik masing-masing. Setiap penjelasan di atas, tentu penting untuk dipelajari agar proses pemilihannya lebih mudah.

Baca Juga:  Mengenal Landasan Historis Pancasila Serta Landasan Lainnya
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *