Istilah short Selling Saham

Istilah short Selling Saham – Jika dilakukan napak tilas setahun ke belakang, akan teringat kembali bahwa pada masa itu sangat booming istilah investasi short selling saham. Hampir semua orang di sosial media memamerkan grafik keuntungan investasi yang telah dilakukan. Adapun short selling saham adalah salah satu istilah dalam dunia investasi yang sering diperbincangkan seluruh kalangan.

Istilah terkait sering disebut-sebut oleh para influencer yang melakukan investasi dan trader saham di Indonesia. Tindakan dari para influencer tersebut memberikan pengaruh kepada kalangan awam untuk ikut-ikutan melakukan investasi. Fenomena sosial tersebut secara tidak langsung memicu situasi butterfly effect kepada orang lain untuk melakukan tindakan yang sedang trending. Inilah penjelasannya:

Apakah Short Selling Saham Itu?

Berdasarkan pengertian secara regulasi, short selling saham adalah kegiatan jual beli efek dalam kondisi efek terkait sebenarnya tidak dimiliki penjual secara langsung ketika dilakukan transaksi. Adapun regulasi yang disebutkan merujuk pada peraturan resmi yang dicetuskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau dulunya dikenal Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Keadan terkait mengakibatkan pelaku tindakan short selling menjadi legal apabila pelaksanaan kegiatan tersebut telah sesuai dengan standar ketentuan resmi yang berlaku. Namun transaksi short selling hanya dapat dilakukan dalam beberapa kondisi, misalnya; pasar saham berada dalam situasi stabil. Menilik situasi pandemi yang terjadi pada tahun 2020, otoritas bursa melarang kegiatan short selling.

Pandemi yang melanda seluruh dunia sejak tahun 2020 awal menyebabkan pasar saham berada dalam situasi terguncang atau kurang stabil. Sejak saat itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melarang pelaku investasi untuk menjalankan kegiatan short selling dengan tujuan meminimalisir kerugian pihak terkait. Selain itu, Tindakan tersebut berpotensi menurunkan harga saham secara signifikan.

Keuntungan Short Selling Saham

Secara general, short selling saham adalah tindakan jual beli efek yang bersifat masif dan cepat balik modal. Oleh karena itu, kegiatan short selling lumayan digemari oleh para pelaku investasi karena menghasilkan keuntungan sepadan serta cepat. Adapun manfaat short selling, meliputi:

  • Pelaku investasi berpotensi memperoleh keuntungan yang stabil meskipun keadaan pasar sedang tidak setimbang.
  • Para investastor berpotensi untuk memperoleh serta menggunakan leverage yang mengakibatkan kondisi pelakunya memperoleh lebih banyak mendapatkan keuntungan. Adapun leverage ialah kondisi pelaku investasi menggunakan modal dengan tujuan meningkatkan keuntungan.
Baca Juga:  Inilah Cara Membeli Obligasi Pemerintah Yang Perlu Diketahui

Pro dan Kontra Short Selling Saham

Terlepas dari segala keuntungan yang ditawarkan, realitanya terdapat pro dan kontra dalam tindakan short selling saham ini. Oleh karena itu, hendaknya calon pelaku investasi melakukan riset terlebih dahulu sebelum mulai terjun ke dalamnya. Pengetahuan tersebut juga dapat digunakan sebagai upaya meminimalisir kendala pada masa depan. Adapun pro dan kontranya, meliputi:

Pro

Selalu terdapat pro dan kontra dalam semua situasi, termasuk kegiatan short selling saham. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • Para pelaku investasi dapat memperoleh keuntungan sebanyak 100% bahkan lebih.
  • Modal investasi bisa menggunakan hutang.
  • Pelaku investasi dapat menjalankan praktik hedging harga yang bertujuan untuk meminimalisir kerugian.

Kontra

Kontra selalu berjalan sejajar dengan situasi pro dalam praktik short selling saham. Berikut ini informasi mengenai situasi kontra terkait:

  • Bersifat high risk high return, di mana hasil akhir modal dapat berubah drastis.
  • Dibutuhkan margin account atau akun broker.
  • Penggunaan hutang menyebabkan pelaku investasi perlu membayarkan suku bunga.

Istilah short selling saham adalah Tindakan yang merujuk kepada situasi investor perlu melakukan kalkulasi sebelum beralih terjun ke dalam kegiatan investasi. Oleh karena itu calon investor hendaknya melakukan upaya riset untuk mendapatkan pengetahuan umum.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *