Arti Ukuran Ban Motor Yang Harus Dipahami Sebelum Menggantinya

Arti Ukuran Ban Motor Yang Harus Dipahami Sebelum Menggantinya

Ukuran Ban Motor

Ukuran Ban Motor – Penting bagi pemilik kendaraan untuk paham arti ukuran ban motor. Pasalnya, ukuran tersebut diperlukan saat ingin ganti ban motor atau memodifikasinya. Apalagi ukuran ban motor itu ada dua macam kode, yakni kode metric dan imperial.

Ketika mengganti ban yang baru, harus disesuaikan dengan ukuran standar pabrik. Jika tapak ban terlalu besar atau malah kekecilan, pasti tidak nyaman saat dipakai berkendara. Jadi, lihat kode yang ada di sidewall ban dan pahami artinya melalui penjelasan berikut:

Arti Kode Metric Ban Motor

Kode metric pada ban motor adalah kode yang ditulis menggunakan tanda per atau garis miring (/). Jenis kode ini yang paling umum dipakai pada ban motor di Indonesia. Baik motor matic maupun bebek, menggunakan kode metric untuk menunjukkan ukuran ban.

Ada beberapa kode dan angka di jenis ini yang penting diketahui artinya. Misalkan mengambil contoh ukuran ban 110/70-13 M/C 49P. Pada angka yang pertama, yakni 110 merupakan section width (jarak kedua sisi tapak) dengan ukuran milimeter. Jadi, lebarnya 110 mm.

Selanjutnya adalah angka 70 yang merupakan perbandingan antara section width dan section height (tinggi ban). Perbandingan tersebut disebut dengan aspect ratio. Angka 70 menunjukkan kalau section height adalah 70% lebar. Jadi, tinggi ban yaitu 70% × 110 = 77 milimeter.

Lalu angka 13 pada kode metric, dipakai untuk menunjukkan ukuran diameter rim (velg) suatu ban. Itu artinya, ban motor tersebut diameter velgnya 13 inci. Lalu huruf M/C berarti Medium Compound yang merupakan kode bagi kompon yang digunakan ban motor.

Arti dari angka 49 adalah kode bagi load index. Kode tersebut menunjukkan batas maksimal beban yang dapat dibawa oleh satu ban. Kode 49 jika dikonversikan ke satuan kilogram sama dengan 185 kilogram.

Baca Juga:  5 Cara Menyimpan Video Dari Facebook Ke Galeri HP Tanpa Aplikasi Yang Masih Jarang Diketahui

Kemudian pada deretan kode yang terakhir, yakni huruf P, itu menunjukkan speed rating. Kode tersebut dipakai menunjukkan batas maksimal untuk kecepatan yang dapat ditoleransi oleh ban. Huruf P berarti speed rating-nya 150 km/jam.

Setiap ban motor memiliki speed rating yang berbeda-beda. Jadi jika mengendarai sepeda motor, jangan sampai melebihi kecepatan yang menjadi standar. Speed rating paling rendah adalah F (80 km/jam) dan tertinggi 240 km/jam dengan kode huruf V.

Arti Kode Imperial Ban Motor

Selanjutnya adalah arti ukuran ban motor yang menggunakan kode imperial. Berbeda dengan kode metric, satuan yang dipakai pada kode ini adalah inci. Biasanya kode imperial digunakan pada ban motor dual purpose atau offroad.

Contoh kode imperial yang terdapat pada sidewall ban motor trail Yamaha WR155R, yakni 2.75-21 45P. Arti dari ukuran tersebut adalah:

  • 2.75. Section width atau lebar dari tapak ban motor dengan satuan inci. Lebar ban motor adalah 2.75 inci yang jika dikonversikan ke milimeter sama dengan 63,5 mm.
  • 21. Kode untuk diameter rim atau velg. Satuannya juga menggunakan inci.
  • 45. Kode yang menunjukkan load index yang dapat ditanggung oleh satu ban motor. Angka 45 sama dengan beban 164 kilogram.
  • P. Huruf yang mengartikan sebagai speed rating yang bisa ditoleransi oleh ban.

Dalam kode tersebut belum diketahui section height (tinggi) ban motor. Perlu dipahami kalau dalam kode imperial itu aspect ratio-nya 100 persen. Itu artinya, lebar tapak ban juga menunjukkan tingginya.

Itulah penjelasan arti ukuran ban motor dari kode metric dan imperial. Ketika ingin melakukan modifikasi, ukuran tersebut harus diperhatikan. Sebab pemilihan ban sesuai standar akan membuat nyaman berkendara.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Merk Ban Mobil Yang Paling Senyap Yang Bisa Dicoba

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *