cara menghitung average down saham

Cara Menghitung Average Down Saham – Banyak sekali strategi yang bisa dipakai dalam memaksimalkan keuntungan dari suatu investasi saham. Diantaranya adalah melalui suatu penerapan strategi averaging atau bahasa indonesianya adalah pemerataan. Tujuannya tentu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan biaya rata-rata yang minimal. Berikut ini adalah cara menghitung average down saham serta cara penerapannya:

Cara Menghitung Average Down Saham

Average down adalah suatu strategi dalam perhitungan averaging yang berlaku dengan pembelian suatu saham dengan bertahap disaat harga saham turun. Lalu sebaliknya yang terjadi pada average up dimana pembelian saham saat rata-rata harganya naik. Strategi seperti ini digunakan untuk memaksimalkan keuntungan.

Selain itu strategi ini juga digunakan untuk memudahkan investor agar bisa menghitung keuntungan. Penerapan dari strategi ini bisa juga dilakukan pada instrumen lain yang pergerakannya juga sama-sama fluktuatif. Untuk cara perhitungannya ada rumus khusus yang digunakan.

Rumus yang digunakan ini adalah rumus rata-rata untuk mendapat nilai averaging. Nilai tersebut hanya berlaku untuk transaksi atau pembelian saham yang sama. Nilainya sendiri hasil perkalian dari tiap harga dari lot saham kemudian ditotalkan dan dibagi jumlah lot. Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan rumus dibawah ini:

Average = Total tiap (harga x lot) / Total Lot

Cara Penerapan Average Down

Setelah mengetahui bagaimana cara dalam menghitung average down, selanjutnya akan mudah untuk menerapkan strateginya. Namun, ada hal yang perlu diketahui bahwa strategi ini tidak bisa diterapkan secara sembarangan. Ada empat cara yang mesti dilalui seperti berikut ini:

Baca Juga:  Trading Saham Halal Atau Haram_Simak Kata MUI

Amati pergerakan Harga

Tujuan dari mengamati pergerakan harga saham adalah agar investor bisa memiliki gambaran umum bagaimana pergerakan saham kedepannya. Lakukan ini dengan jangka waktu yang cukup lama agar bisa hafal pergerakannya. Dengan hal ini investor bisa mengira-ngira berapa harga akan jatuh dan seberapa lama akan naik kembali.

Jika kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin, investor bisa menentukan pembelian suatu saham saat harganya di angka yang pas. Potensi dari saham tersebut juga bisa diidentifikasi dengan lebih matang.

Baca Juga : Mengenal Fixed Rate Obligasi Dan Kelebihan Obligasi Di Pasar Sekunder

Terapkan strategi ini saat harga tidak jatuh banyak

Tujuan dari strategi yang kedua ini adalah agar potensi dari keuntungan bisa didapatkan semaksimal mungkin. Sebaliknya jangan sampai strategi ini diterapkan dengan pembelian saham yang selisihnya rendah karena akan ada keuntungan yang diperoleh semakin kecil.

Pastikan harga saham bisa naik lagi

Tidak ada gunanya membeli saham yang terus menurun seiring waktu dan sulit mengembalikan nilainya kembali. Strategi dari average down juga tidak akan bisa diterapkan karena justru akan semakin membuat pemiliknya merugi. Oleh karena itu perhatikan dan lakukan dengan betul step nomor satu diatas.

Tentukan jumlah lot maksimum

Pembatasan pembelian saham perlu dilakukan oleh seorang investor. Apalagi di saham dengan harganya yang sangat fluktuatif, meskipun jika harga saham menurun jumlah lot yang dibeli bisa lebih banyak namun itu bukan jaminan akan ada keuntungan. Perlu diingat jika penurunan ini bisa terjadi hingga cukup lama sehingga perlu diketahui waktu yang pas kapan harus menghentikan pembelian.

Secara singkat, strategi dari average down harus disiapkan dengan matang. Supaya perhitungan juga lebih akurat, gunakan aplikasi-aplikasi pendukung yang banyak tersedia di internet. Setelah strategi dilaksanakan dengan tepat, investor bisa menentukan harga jual sampai ke titik dimana harga yang menguntungkan.

Baca Juga:  Harga Saham Unilever Per Lot Dan Cara Membelinya

Baca Juga : Ketahui Manfaat Reksa Dana Sebelum Melakukan Investasi

Itulah sedikit gambaran tentang cara menghitung average down saham beserta dengan penerapannya. Dapat disimpulkan jika strategi investasi ini menerapkan adanya penurunan harga dari instrumen saham guna mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *